Minggu, 23 Mei 2010

Dampak plastik terhadap lingkungan


Sebagaimana yang diketahui, plastik yang mulai digunakan sekitar 50 tahun yang silam, kini telah menjadi barang yang tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Diperkirakan ada 500 juta sampai 1 milyar kantong plastik digunakan penduduk dunia dalam satu tahun. Ini berarti ada sekitar 1 juta kantong plastik per menit. Untuk membuatnya, diperlukan 12 juta barel minyak per tahun, dan 14 juta pohon ditebang.
Konsumsi berlebih terhadap plastik, pun mengakibatkan jumlah sampah plastik yang besar. Karena bukan berasal dari senyawa biologis, plastik memiliki sifat sulit terdegradasi (non-biodegradable). Plastik diperkirakan membutuhkan waktu 100 hingga 500 tahun hingga dapat terdekomposisi (terurai) dengan sempurna. Sampah kantong plastik dapat mencemari tanah, air, laut, bahkan udara.
Kantong plastik terbuat dari penyulingan gas dan minyak yang disebut ethylene. Minyak, gas dan batu bara mentah adalah sumber daya alam yang tak dapat diperbarui. Semakin banyak penggunaan palstik berarti semakin cepat menghabiskan sumber daya alam tersebut.
Fakta tentang bahan pembuat plastik, (umumnya polimer polivinil) terbuat dari polychlorinated biphenyl (PCB) yang mempunyai struktur mirip DDT. Serta
kantong plastik yang sulit untuk diurai oleh tanah hingga membutuhkan waktu antara 100 hingga 500 tahun. Akan memberikan akibat antara lain:
Tercemarnya tanah, air tanah dan makhluk bawah tanah.

• Racun-racun dari partikel plastik yang masuk ke dalam tanah akan membunuh hewan-hewan pengurai di dalam tanah seperti cacing.

PCB yang tidak dapat terurai meskipun termakan oleh binatang maupun tanaman akan menjadi racun berantai sesuai urutan rantai makanan.

• Kantong plastik akan mengganggu jalur air yang teresap ke dalam tanah.

Menurunkan kesuburan tanah karena plastik juga menghalangi sirkulasi udara di dalam tanah dan ruang gerak makhluk bawah tanah yang mampu meyuburkan tanah.

Kantong plastik yang sukar diurai, mempunyai umur panjang, dan ringan akan mudah diterbangkan angin hingga ke laut sekalipun.

Hewan-hewan dapat terjerat dalam tumpukan plastik.

• Hewan-hewan laut seperti lumba-lumba, penyu laut, dan anjing laut menganggap kantong-kantong plastik tersebut makanan dan akhirnya mati karena tidak dapat mencernanya.

• Ketika hewan mati, kantong plastik yang berada di dalam tubuhnya tetap tidak akan hancur menjadi bangkai dan dapat meracuni hewan lainnya.

• Pembuangan sampah plastik sembarangan di sungai-sungai akan mengakibatkan pendangkalan sungai dan penyumbatan aliran sungai yang menyebabkan banjir.

Sebagai tambahan pemahaman, saya beberkan beberapa fakta yang berkaitan dengan sampah plastik dan lingkungan:

• Kantong plastik sisa telah banyak ditemukan di kerongkongan anak elang laut di Pulau Midway, Lautan Pacific

• Sekitar 80% sampah dilautan berasal dari daratan, dan hampir 90% adalah plastik.

• Dalam bulan Juni 2006 program lingkungan PBB memperkirakan dalam setiap mil persegi terdapat 46,000 sampah plastik mengambang di lautan.

• Setiap tahun, plastik telah ’membunuh’ hingga 1 juta burung laut, 100.000 mamalia laut dan ikan-ikan yang tak terhitung jumlahnya.

• banyak penyu di kepulauan seribu yang mati karena memakan plastik yang dikira ubur-ubur, makanan yang disukainya.

Untuk menanggulangi sampah plastik beberapa pihak mencoba untuk membakarnya. Tetapi proses pembakaran yang kurang sempurna dan tidak mengurai partikel-partikel plastik dengan sempurna maka akan menjadi dioksin di udara. Bila manusia menghirup dioksin ini manusia akan rentan terhadap berbagai penyakit di antaranya kanker, gangguan sistem syaraf, hepatitis, pembengkakan hati, dan gejala depresi.
Terus gimana, dong?. Kita memang tidak mungkin bisa menghapuskan penggunaan kantong plastik 100%, tetapi yang paling memungkinkan adalah dengan memakai ulang plastik (reuse), mengurangi pemakaian plastik (reduce), dan mendaur ulang (recycle). Terakhir, mungkin perlu regulasi dari pemerintah untuk meredam semakin meningkatnya penggunaan plastik.

Senin, 17 Mei 2010

satu rim kertas sama dengan satu nyawa pohon!


Hey guys, pasti akhir-akhir ini pasti kalian sering banget denger tentang kampanye penghematan kertas yaitu reduce- reuse- recycle. Mungkin jika sekilas kita mendengarkan ajakan tersebut kita akan langsung menganggap remeh, atau bahkan langsung terlintas dibenak kita “buat apa save paper, secara kertas banyak, pembuatannya mudah dan terlebih harganya murah”. Tapi, ingatkah kalian bahwa pembuatan kertas itu berasal dari batang pohon yang berarti semakin banyak akan penggunaan kertas maka semakin banyak pula akan penebangan pohon. Membuat selembar kertas tidaklah semudah yang kita bayangkan, untuk Setiap Proses produksi kertas memerlukan bahan kimia, air dan energi dalam jumlah besar dan tentu saja bahan baku, yang pada umumnya berasal dari kayu . Diperlukan 1 batang pohon usia 5 tahun untuk memproduksi 1 rim kertas. Limbah yang dihasilkan dari proses produksi kertas juga sangat besar, baik secara kuantitatif dalam bentuk cair, gas, dan padat, maupun secara kualitatif. Agar limbah ini tidak mencemari lingkungan, maka diperlukan teknologi tinggi dan energi untuk mem-prosesnya. Jadi, banyak sekali dampak terhadap lingkungan kita,baik dampak langsung atau pun dampak jangka panjang terhadap pemakaian kertas terhadap lingkungan. Untuk dampak langsung sendiri karena penebangan pohon akan mengakibatkan longsor, banjir dan sampah. Sedangkan dampak jangka panjang akan menyebabkan rusaknya hutan dan isinya lalu terjadi polusi sehingga terjadi pemanasan global (yang sedang kita alami saat ini) .So guys, do not hesitate anymore to saving paper, let us take care of this earth. Lets start from now, we're supported for reduce, reuse and recycle paper! Goodluck.

Sabtu, 15 Mei 2010

recruitment for volunteers LSPR 4C


hey green agent, there is good news for you all .. for those who wish to participate to help our earth green (begins from environment in LSPR ), LSPR 4C open recruitment for new volunteers. So, dont missed it because in LSPR 4C, you will receive education regarding the importance of protecting our earth and directly participate in the activities of 4C.

Rabu, 12 Mei 2010

Bahaya Penggunaan Produk Plastik


heyy agen hijau, tau ga sih, kalo penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari itu sebetulnya berbahaya.
bukan hanya berbahaya bagi kesehatan saja tapi juga bagi lingkungan kita.

bahaya plastik untuk kesehatan :
sebelumnya perlu diingatkan kembali dalam menggunakan produk plastik sebaiknya kita melihat kode yang ada dibawah produk plastik tersebut. Jika, kode 1, 3, 6, dan 7 (PC), seluruhnya memiliki bahaya secara kimiawi. Gunakan hanya sekali pakai! tapi jika kode 4, 5, dan 7 (SAN atau ABS) maka produk plastik tersebut aman untuk digunakan.

untuk produk plastik kode 1, 3, 6, dan 7 terdapat kandungan tertentu yang jika bocor ke makanan atau minuman bila terkena suhu dan kondisi(panas, berminyak dll) tertentu akan berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan.

bahaya plastik untuk Lingkungan :
selain berbahaya untuk kesehatan kita, ternyata plastik juga berbahaya untuk lingkungan disekitar kita.bahan plastik sendiri adalah sampah berbahaya yang susah dikelola karena Dibutuhkan waktu 1000 tahun agar plastik dapat terurai oleh tanah secara terdekomposisi atau terurai dengan sempurna. Saat terurai pun , partikel-partikel plastik akan mencemari tanah dan air tanah. Jika dibakar, sampah plastik akan menghasilkan asap beracun yang berbahaya bagi kesehatan yaitu jika proses pembakaranya tidak sempurna, plastik akan mengurai di udara sebagai dioksin. Senyawa ini sangat berbahaya bila terhirup manusia. Dampaknya antara lain memicu penyakit kanker, hepatitis, pembengkakan hati, gangguan sistem saraf dan memicu depresi